Dream Nature Corporation

Reused, Reduce, Recycle

Tuesday, May 1, 2012



Global warming atau dalam bahasa Indonesia berarti pemanasan global. Hampir semua orang pernah mendengarnya. Kebanyakan orang mengerti artinya. Namun hanya segelintir orang yang benar – benar peduli dan merealisasikan cara – cara untuk mengurangi pemanasan global dan dampaknya. Bagaimana dengan anda?

Sudahkah anda mematikan alat elektronik dan saklar listrik yang tidak terpakai? Sudahkah anda mengurangi pemakaian kantong plastik? Sudahkan anda berjalan kaki atau naik sepeda pancal untuk pergi menuju minimarket yang hanya membutuhkan waktu 5 menit saja untuk perjalanan? Ataukah anda memilih menggunakan mobil, yangmana pertama – tama, anda harus memanaskan mesin mobil terlebih dahulu, lalu setelah sampai di minimarket, anda harus memarkirkan mobil anda. Belum lagi ketika ingin pergi, anda harus mengeluarkan mobil anda dari lapangan parkir dan membayar uang parkir. Total waktu yang dibutuhkan minimal adalah 10 menit, itupun jika tempat parkirnya luas.

Tidak harus menjadi fanatis lingkungan yang gaya hidupnya ekstrem, seperti mandi tiga – empat hari sekali, atau menggunakan kantong plastik bekas yang sudah berlubang di beberapa bagiannya seperti gembel. Anda bisa memulai sesuatu dari hal yang kecil, misalnya saja, meninggikan derajat air conditioner kamar. Untuk apa memakai selimut karena kedinginan? Bukannya anda bisa meninggikan suhu air conditioner agar suhu kamar menjadi tidak panas? Sebenarnya tujuan penggunaan air conditioner bukanlah supaya ruangan menjadi dingin, tetapi supaya ruangan menjadi tidak panas. Lagipula, sebuah studi penelitian mengungkapkan bahwa semakin dingin suhu ruangan, semakin tinggi peluang orang yang sedang tidur di kamar tersebut untuk mendapat mimpi buruk.

Tiga prinsip dasar untuk memelihara lingkungan adalah reuse, reduce, dan recycle.


1.   Reuse
Sesuai arti katanya dalam bahasa inggris, reuse adalah pemakaian ulang terhadap suatu barang hingga berkali – kali. Contohnya kantung plastik, botol air mineral, kertas bekas untuk dipakai sebagai kertas buram, dan masih banyak lagi contohnya. Jangan lupa, setelah barang tersebut sudah tidak dipakai lagi dan harus dibuang, buanglah sampah tersebut pada tempatnya.


 2.   Reduce
Reduce adalah pengurangan pemakaian suatu barang atau fasilitas selama barang atau fasilitas tersebut tidak diperlukan. Misalnya saja anda membeli satu bungkus biskuit dengan satu botol shampoo di minimarket. Sebagai minimarket yang memberikan layanan maksimal, maka anda akan diberikan dua kantung plastik yang masing – masing berisi biskuit dan shampoo. Aplikasi reduce dalam kasus ini adalah ketika anda akan mengembalikan salah satu kantong plastik tersebut dan menggabungkan biskuit dan shampoo di kantung plastik yang sama sehinggan anda telah membantu mengurangi pemakaian kantung plastik.

Contoh lainnya:
  •   -Mematikan lampu yang tidak terpakai.
  •   Memakai sambungan listrik yang memiliki saklar, sehingga ketika tidak dipakai saklar dapat dimatikan dan mengurangi pemakaian listrik.
  •   Berjalan kaki atau bersepeda pancal untuk melakukan perjalanan ke tempat yang   jaraknya tidak terlalu jauh.
  •   Isi ulang produk yang memiliki kemasan refill, seperti sabun cuci tangan, sabun mandi, dsb.
  •    Menyetel suhu air conditioner tidak terlalu dingin.
  •   Membeli produk yang multifungsi, karena selain produk multifungsi harganya lebih murah   dibandingkan jika membeli barang dengan fungsi yang sama sendiri – sendiri, produk  multifungsi juga sangat fleksibel karena tidak membutuhkan banyak tempat.
 3.   Recycle
Recycle adalah tahap yang paling tinggi dan tindakan yang paling sulit dilakukan, terutama oleh orang – orang yang belum menerapkan prinsip reduce dan reuse. Recycle adalah proses mengolah suatu benda yang sudah tidak terpakai menjadi berguna lagi, meskipun mungkin fungsinya menjadi berbeda. Proses ini memerlukan tindakan yang kreatif agar suatu barang lama menjadi ‘baru’ lagi. Misalnya saja kertas koran yang diproses lagi menjadi kertas biasa. Hasil daur ulang kertas koran memiliki nilai seni yang tinggi karena tekstur dan warna kertas tersebut sangat unik. Kertas – kertas hasil daur ulang tersebut kemudian digabungkan dengan beberapa material lain dan dihias kemudian dijual, nama kerennya adalah scrapbook. Terlihat jelas bahwa kertas koran bekas yang sebelumnya hampir tidak memiliki nilai, setelah diolah menjadi memiliki nilai jual yang tinggi.



Kelihatannya rumit sekali cara untuk menjadi orang yang peduli lingkungan, tetapi jika dilakukan secara bertahap, tidak akan terasa bahwa anda telah membantu mengurangi pemanasan global. Mulailah dari hal – hal yang kecil terlebih dahulu, misalnya mengurangi pemakaian kantung plastik atau mematikan lampu yang tidak terpakai. Bisa juga dengan membeli produk multifungsi. Produk multifungsi selain fleksibel, energi yang dibutuhkan untuk membuat produk tersebut hanya menjadi sebagian kecil dibandingkan dengan energi untuk memproduksi produk monofungsi yang dibuat sendiri – sendiri.

Contoh produk multifungsi salah satunya adalah Ecodora. Ecodora adalah produk multifungsi hasil daur ulang yang terdiri dari jam, tempat kartu nama, dan tempat pen. Dimensi Ecodora yang kecil membuatnya dapat diletakkan di meja kerja atau meja belajar yang sempit. Desain yang dibuat pun sangat menarik karena desain Ecodora seolah – olah seperti miniatur taman. Ecodora dapat menjadi hadiah yang menarik untuk teman maupun kerabat karena desainnya yang menarik dan kemultifungsiannya. Anda bisa mendapatkan Ecodora di toko – toko souvenir terdekat untuk menghiasi meja belajar atau meja kerja anda dan kerabat anda.




            

International Green Souvenir Fair



Jangan lupa datang y teman-teman, vote kami pada :
INTERNATIONAL GREEN SOUVENIR FAIR, 
di Lab DKE,
tgl 4 Mei 2012
jam 08.00 - 15.00 WIB


STAND NO 2