Global
warming atau dalam
bahasa Indonesia berarti pemanasan global. Hampir semua orang pernah
mendengarnya. Kebanyakan orang mengerti artinya. Namun hanya segelintir orang
yang benar – benar peduli dan merealisasikan cara – cara untuk mengurangi pemanasan
global dan dampaknya. Bagaimana dengan anda?
Sudahkah anda mematikan alat
elektronik dan saklar listrik yang tidak terpakai? Sudahkah anda mengurangi
pemakaian kantong plastik? Sudahkan anda berjalan kaki atau naik sepeda pancal untuk
pergi menuju minimarket yang hanya
membutuhkan waktu 5 menit saja untuk perjalanan? Ataukah anda memilih
menggunakan mobil, yangmana pertama – tama, anda harus memanaskan mesin mobil
terlebih dahulu, lalu setelah sampai di minimarket,
anda harus memarkirkan mobil anda. Belum lagi ketika ingin pergi, anda harus
mengeluarkan mobil anda dari lapangan parkir dan membayar uang parkir. Total
waktu yang dibutuhkan minimal adalah 10 menit, itupun jika tempat parkirnya
luas.
Tidak harus menjadi fanatis lingkungan
yang gaya hidupnya ekstrem, seperti mandi tiga – empat hari sekali, atau
menggunakan kantong plastik bekas yang sudah berlubang di beberapa bagiannya
seperti gembel. Anda bisa memulai sesuatu dari hal yang kecil, misalnya saja,
meninggikan derajat air conditioner kamar.
Untuk apa memakai selimut karena kedinginan? Bukannya anda bisa meninggikan
suhu air conditioner agar suhu kamar menjadi tidak panas? Sebenarnya tujuan
penggunaan air conditioner bukanlah
supaya ruangan menjadi dingin, tetapi supaya ruangan menjadi tidak panas.
Lagipula, sebuah studi penelitian mengungkapkan bahwa semakin dingin suhu
ruangan, semakin tinggi peluang orang yang sedang tidur di kamar tersebut untuk
mendapat mimpi buruk.
Tiga prinsip
dasar untuk memelihara lingkungan adalah reuse, reduce, dan recycle.
1. Reuse
1. Reuse
Sesuai arti katanya dalam bahasa inggris, reuse adalah pemakaian ulang terhadap suatu barang hingga berkali – kali. Contohnya kantung plastik, botol air mineral, kertas bekas untuk dipakai sebagai kertas buram, dan masih banyak lagi contohnya. Jangan lupa, setelah barang tersebut sudah tidak dipakai lagi dan harus dibuang, buanglah sampah tersebut pada tempatnya.
2. Reduce
Reduce adalah pengurangan pemakaian suatu
barang atau fasilitas selama barang atau fasilitas tersebut tidak diperlukan.
Misalnya saja anda membeli satu bungkus biskuit dengan satu botol shampoo di minimarket. Sebagai minimarket
yang memberikan layanan maksimal, maka anda akan diberikan dua kantung plastik yang
masing – masing berisi biskuit dan shampoo.
Aplikasi reduce dalam kasus ini
adalah ketika anda akan mengembalikan salah satu kantong plastik tersebut dan
menggabungkan biskuit dan shampoo di
kantung plastik yang sama sehinggan anda telah membantu mengurangi pemakaian
kantung plastik.
Contoh lainnya:
- -Mematikan lampu yang tidak terpakai.
- Memakai sambungan listrik yang memiliki saklar, sehingga ketika tidak dipakai saklar dapat dimatikan dan mengurangi pemakaian listrik.
- Berjalan kaki atau bersepeda pancal untuk melakukan perjalanan ke tempat yang jaraknya tidak terlalu jauh.
- Isi ulang produk yang memiliki kemasan refill, seperti sabun cuci tangan, sabun mandi, dsb.
- Menyetel suhu air conditioner tidak terlalu dingin.
- Membeli produk yang multifungsi, karena selain produk multifungsi harganya lebih murah dibandingkan jika membeli barang dengan fungsi yang sama sendiri – sendiri, produk multifungsi juga sangat fleksibel karena tidak membutuhkan banyak tempat.
3. Recycle
Recycle adalah tahap yang paling tinggi dan tindakan
yang paling sulit dilakukan, terutama oleh orang – orang yang belum menerapkan
prinsip reduce dan reuse. Recycle adalah proses mengolah suatu benda yang sudah tidak
terpakai menjadi berguna lagi, meskipun mungkin fungsinya menjadi berbeda.
Proses ini memerlukan tindakan yang kreatif agar suatu barang lama menjadi
‘baru’ lagi. Misalnya saja kertas koran yang diproses lagi menjadi kertas
biasa. Hasil daur ulang kertas koran memiliki nilai seni yang tinggi karena
tekstur dan warna kertas tersebut sangat unik. Kertas – kertas hasil daur ulang
tersebut kemudian digabungkan dengan beberapa material lain dan dihias kemudian
dijual, nama kerennya adalah scrapbook.
Terlihat jelas bahwa kertas koran bekas yang sebelumnya hampir tidak memiliki
nilai, setelah diolah menjadi memiliki nilai jual yang tinggi.
Kelihatannya
rumit sekali cara untuk menjadi orang yang peduli lingkungan, tetapi jika
dilakukan secara bertahap, tidak akan terasa bahwa anda telah membantu mengurangi
pemanasan global. Mulailah dari hal – hal yang kecil terlebih dahulu, misalnya
mengurangi pemakaian kantung plastik atau mematikan lampu yang tidak terpakai. Bisa
juga dengan membeli produk multifungsi. Produk multifungsi selain fleksibel, energi
yang dibutuhkan untuk membuat produk tersebut hanya menjadi sebagian kecil
dibandingkan dengan energi untuk memproduksi produk monofungsi yang dibuat
sendiri – sendiri.
Contoh
produk multifungsi salah satunya adalah Ecodora.
Ecodora adalah produk multifungsi hasil
daur ulang yang terdiri dari jam, tempat kartu nama, dan tempat pen. Dimensi Ecodora yang kecil membuatnya dapat
diletakkan di meja kerja atau meja belajar yang sempit. Desain yang dibuat pun
sangat menarik karena desain Ecodora
seolah – olah seperti miniatur taman. Ecodora
dapat menjadi hadiah yang menarik untuk teman maupun kerabat karena desainnya
yang menarik dan kemultifungsiannya. Anda bisa mendapatkan Ecodora di toko – toko
souvenir terdekat untuk menghiasi
meja belajar atau meja kerja anda dan kerabat anda.



